Infestasi JAPFA untuk Pendidikan Peternakan Indonesia Bagian 2

  • Juli 15, 2019



Harapan Besar UGM

Mengapresiasi lang kah yang di ambil JAPFA, Rek tor UGM, Prof. Panut Mul – yono ber harap, ada nya re search farm ini dapat me mudah kan maha – siswa un tuk mela ku – kan riset. Nan tinya, produk hasil riset se – suai ke butuhan in – dustri dan semakin mudah dihilirisasi. Kerja sama ini, ujar Panut, meru pa kan cerminan link and match antara dunia pendidikan dan in – dustri. Sebab, me nu – rutnya, pe ning katan kualitas pen didikan tidak ha nya perlu du – kungan dari pemerin – tah sa ja, te tapi juga dari ka langan indus tri swas ta dan elemen ma syarakat terkait. “Program seperti ini akan membawa man – faat di sektor peter – nakan dan pangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, De kan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus menambahkan, pendirian kandang ini dapat menunjang dan meningkatkan riset mahasiswa. Hasil riset bukan sekadar hasil penelitian di atas kertas, namun akan sesuai kebu tuhan industri. “Dengan adanya research farm kami harap kegiatan riset bisa meningkat. Me lalui fasilitas-fasilitas yang ada, kami memiliki mimpi untuk mencapai predikat Fakultas Peternakan best 5 di Asia dan best 10 di antara negara-ne – gara tropis. Research farm seka ligus ini menjadi hadiah istimewa ulang tahun UGM ke-50,” pungkas Ali.



Infestasi JAPFA untuk Pendidikan Peternakan Indonesia

  • Juli 15, 2019

Research farm closed house yang didirikan di UGM merupakan miniatur fasilitas riset lengkap milik JAPFA. Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang peternakan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. melalui salah sa tu unit usahanya, PT Ciomas Adisat – wa kembali bekerja sama dengan Fa – kultas Peternakan UGM Yogyakarta. Dengan kolaborasi ini, emiten per ung – gasan berkode JPFA tersebut semakin memperkuat dukungannya dalam bi – dang pendidikan, penelitian, dan pe – ngembangan industri peternakan. Sa – lah satu bentuk dukungan itu berupa research farm closed house yang dires – mikan oleh Komisaris Utama JAPFA Syamsir Siregar pada 23 April 2019. Menurut Syamsir, selain berperan da lam memenuhi pasokan protein asal hewani, JAPFA akan terus aktif men – du kung pembangunan pendidikan di Indonesia. Program yang diinisiasi oleh JAPFA tersebut bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menunjang inovasi akademik di bidang peternakan. “Ini sebagai upaya pengembangan il – mu peternakan. Fasilitas riset ini sesuai dengan perkembangan industri terkini. Sehingga nantinya lulusan peternakan siap terjun ke dunia indus tri,” harap Syamsir saat peresmian di Fakultas Pe – ter nakan UGM Yog ya karta.

Investasi Keberlanjutan

Sementara itu, Deputy Head of C o m m e r c i a l Poultry Division JAPFA, Achmad Dawami men je – laskan, pem be ri – an kandang ri set ter tutup (rese – arch farm closed house) ini sebagai bentuk komit – men perusahaan dalam membantu pemerintah mewu judkan ketahanan pangan. Total investasi JAPFA untuk rang kaian fasilitas penunjang pendidik – an di Fapet UGM mencapai Rp65 miliar. “Be sar an itu tidak seberapa, jika di ban – dingkan dengan kemajuan pendidikan dan ke sadaran konsumsi protein asal ung gas yang halal dan higienis ke de – pannya,” imbuh dia. Sebelum pembangunan kandang ri set tertutup modern tersebut, kerja sa ma an – tara JAPFA dengan UGM sudah terjalin lebih dari satu dekade.

Ter catat pada 2003, kolaborasi diawali dengan pem – bangunan teaching farm broiler (ayam pedaging) di Pusat Ino vasi Agro tek no – logi (PIAT) UGM, Ber bah, Kab. Sleman, Yogyakarta. Kapa sitas kan dang nya saat ini telah men capai 60 ribu ekor ayam. Selanjutnya, pembangunan laborato – rium pascapanen karkas ayam pada 2017. Laboratorium yang sekaligus di – fungsikan sebagai rumah potong ayam (RPA) ini mampu menyembelih sekitar 20 ribu ekor ayam/hari dengan kapa sitas simpan beku (cold storage) 200 ton. Untuk kegiatan produksi dan pema – saran, lanjut Dawami, dikelola oleh PT Ciomas Adisatwa, sedangkan para akademisiUGM berkesempatan meng ikuti kegiatan magang dan riset. “Peneliti UGM bisa menghilirisasi produk risetnya dan mahasiswa bisa mengetahui langsung proses peng – olahan pascapanen di tingkat industri,” jelas Dawami lebih jauh.

Permintaan Lemah Saat Pasokan Melimpah

  • Juni 26, 2019

Sebagai pelaku usaha bisnis perunggasan, 2019 wajib diyakini terus berprospek. Pasal – nya, dilihat dari sisi konsumsi peluang per – min taan pasar masih sangat terbuka untuk diting – katkan. Hingga saat ini, tercatat level konsumsi da – ging ayam di Indonesia masih jauh di bawah Malay – sia yang sudah mencapai 38 kg/kapita/tahun. Dalam seminar AGRINA Agribusiness Outlook di Jakarta (11/4), Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami meng utarakan, hal utama dalam bisnis perunggasan saat ini adalah menyeimbangkan supply dan demand. “Supply terus yang dibahas (oleh peme – rintah), sementara demand tidak pernah dikreasi – kan atau dirangsang,” singkapnya. Harga dan Data Selain merupakan produk yang mudah rusak (peri shable food product), ketidakseimbangan supply dan demand daging ayam sangat sensitif dam – pak nya terhadap harga.

Karena itu, lanjut Dawami, ke jelasan data pasokan dan permintaan amat mutlak dibutuhkan. Khusus untuk industri perunggasan, data demand menjadi yang paling sulit untuk diper – kirakan. Namun setidaknya harus direncanakan. “Apa pun kegiatan bisnisnya, harus punya planning,” imbuh Deputy Head of Commercial Poultry Division JAPFA ini. Di sisi pasokan, proses dari Grand Parent Stock (GPS) untuk menjadi Day-Old Chicken Final Stock (DOC FS) yang dipelihara peternak membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Dawami membandingkan, impor GPS pada 2017 lebih rendah ketimbang 2016, seharusnya produksi pada 2019 juga mengalami pe – nurunan. Namun yang terjadi, harga ayam hidup (live bird – LB) malah jatuh. Pada April saja, harga ayam hidup rata-rata nasional anjlok ke Rp16 ribu/kg.

Kondisi harga di tiga bulan awal 2019, menurut Dawami, merupakan harga terparah dibandingkan masa krisis moneter. Dalam ku run waktu tersebut, terhitung kurang lebih Rp1 triliun bisa di pastikan hilang. Lulusan Fakul tas Peternakan UGM Yogyakar ta ini menilai kasus tersebut se bagai akibat perencanaan yang tidak jelas. Ditjen Peternakan dan Kese – hatan Hewan (PKH), Kemen – tan, mencatat, produksi DOC FS 2018 mencapai 3,1 miliar ekor. Sementara data BPS jauh lebih kecil, yakni 1,8 miliar ekor. “Apakah mungkin data BPS itu sudah ayam tanpa tulang, jadi berbeda dengan data Kemen – tan?” tanya Dawami.

Konsumsi Per Kapita Masih Rendah

Terkait suplai, Dawami menjabarkan, tahun lalu jumlah ayam hidup mencapai 60 juta ekor/minggu. Dengan bobot karkas 3,4 miliar kg dan jumlah penduduk yang diperkirakan 265 juta jiwa, angka konsumsi hanya menyentuh 12,87 kg/kapita/tahun atau setara dengan Rp420 ribu/ orang/tahun. Sebagai catatan, perhitungan konsumsi belum termasuk ayam afkir dari GPS, Parent Stock (PS) baik broiler maupun layer (petelur). Mengutip data BPS pada 2018, produksi broiler hi – dup sebesar 68% berada di Pulau Jawa saja. Semen -tara Banten dan DKI Jakarta menyumbang 11%, Jawa Barat 35%, Jawa Tengah dan Yogyakarta 10%, serta 10% di Jawa Timur.

Namun saat ini, Dawami meyakini pemetaan sudah bergeser. “Jawa Barat su – dah banyak masuk ke Jawa Tengah terkait ongkos produksi (lebih murah, Red.),” ulas dia. Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 57,5% yang bermukim di Pulau Jawa, menandakan peningkatan konsumsi per kapita protein asal unggas masih amat potensial di wilayah lainnya. Ketidak – seimbangan supply dan demand ini berdampak kepada jatuhnya harga ayam hidup. Namun yang men jadi sorotan, harga DOC malah melonjak. Bah – kan Desember tahun lalu, harga DOC meroket hingga Rp7.000/ekor. “DOC ini kan motornya peternak. Kalau harganya naik, seharusnya (harga) live bird ikut naik. Tapi yang terjadi harga jual di bawah harga pokok produksi. Tren ini selalu terjadi di JanuariMaret, turun terus setiap tahun. Di sini pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara suplai GPS dan sebagainya. Jangan juga lupa menyentuh potensi demand,” tandas bapak yang sudah 35 tahun lebih mengurusi ayam ini.

Menentukan Demand

Yang kerap menjadi tantang – an utama dalam usaha perunggasan adalah menentukan be – sar an target permintaan. Kemu – dian mengatur keseimbangan mulai dari importasi GPS. Ba – nyaknya GPS yang boleh diimpor, terang Dawami, ditentukan oleh pemerintah melalui tim ahli Ditjen PKH, Kementan. Jalan keluar saat harga jatuh adalah mendorong sisi konsumsi. Pemerintah bisa mengajak masyarakat untuk membeli daging ayam ketika harganya terjangkau.

“Mumpung murah, ayo beli ayam,” seru Dawami. Upaya lainnya yang bisa dilakukan dalam merang – sang konsumsi ialah melalui distribusi atau penyebaran GPS maupun PS ke pulau-pulau yang konsumsi daging ayamnya masih rendah. Ongkos angkut ke luar pulau memang ada, tapi ini akan diikuti dengan kenaikan harga. Dawami pun meng – ingat kan, di era industri 4.0, teknologi dan digitalisasi patut diapli – kasikan karena meru – pa kan bagian dari efi – siensi. Jangan lupa, har ga ayam di luar ne – geri itu lebih murah karena lebih efisien. Murah dan mahalnya harga ayam di Indonesia bukan hanya bergantung terhadap peternakannya.

Tapi adanya koordinasi antara kementerian juga diperlukan. Harga pokok penjualan atau harga pokok produksi ayam bergantung harga bahan baku yang dima – kan si ayam. Belum lama, harga jagung sempat naik ke angka Rp6.200/kg. Dengan bahan baku pakan yang sudah mahal, harga ayam pun mengikuti. Se – bab 50% bahan baku pakan masih berasal dari jagung “Konsumsi masih rendah. Pelaku bisnis harus ber – kolaborasi dengan pemerintah. Positive thinking saja pemerintah itu bermaksud baik sembari ber – harap memiliki sense of business,” pungkas Dawami.

Pilihan Smartphone Terbaik untuk Main Game Bola Offline

  • Juni 26, 2019

Pilihan Smartphone Terbaik untuk Main Game Bola Offline Tengah bulan ini, sua- sana di pusat perda- gangan ITC Roxy Mas, terbilang bergairah. Banyak produk unggulan vendor masuk pasar, tetapi sayang, unit barang yang dicari malah kosong. Kondisi ini membuat banyak pengun jung kecewa, khususnya para pemburu Z3. Mereka yang kecewa ialah yang tidak sempat melakukan pre-order, atau melakukan pembelian perdana BB Z3 di Mall Central Park, Jakarta serta di Mall Kota Kasablanca yang dilakukan oleh Indosat sejak (14- 18/5) lalu. Untuk tahap awal, BlackBerry ha nya menyediakan 25000 unit BB Z3 Jakarta Edition yang disebar ke berbagai rekanan. Di geraigerai resmi BlackBerry seperti Erafone, persedian barang dibatasi. Dan hingga kini tidak ada informasi kapan unit tambahan akan tiba. “Kami menjual BB Z3 dengan harga Rp2,2 juta. Kemarin stok ada 50 unit, langsung habis. Garansi resmi TAM selama 2 tahun, dan bundling Indosat, tapi tidak dikunci,” terang Intan Herlina, penjaga gerai BlackBerry Erafone di lantai dasar, Roxy Mas, Jakarta. Operator lain, XL dan Telkomsel tidak melakukan penjualan langsung, hanya sebatas pre-order saja.

Di geraigerai resmi BlackBerry seperti Erafone, persedian barang dibatasi. Dan hingga kini tidak ada informasi kapan unit tambahan akan tiba. “Kami menjual BB Z3 dengan harga Rp2,2 juta. Kemarin stok ada 50 unit, langsung habis. Garansi resmi TAM selama 2 tahun, dan bundling Indosat, tapi tidak dikunci,” terang Intan Herlina, penjaga gerai BlackBerry Erafone di lantai dasar, Roxy Mas, Jakarta. Operator lain, XL dan Telkomsel tidak melakukan penjualan langsung, hanya sebatas pre-order saja.

“Kalau mau nunggu, kemungkin an seminggu lagi. Tapi kita tetap usahakan secepatnya. Warna yang tersedia cuma hitam saja. Anda bisa indent di sini, tak usah pakai DP, cukup dicatat nama dan nomor teleponnya saja. Bila unit sudah tersedia, langsung dikabari,” lanjut Intan. Belum sampai sehari, outlet mereka sudah menerima 32 nama pemesan BB Z3. Sedikitnya barang dan tingginya permintaan, menggoda banyak pihak untuk mencari keuntungan. Diungkap salah satu penjaga outlet resmi BlackBerry, stock BlackBerry Z3 yang ada di kios tak resmi kebanyak an diperoleh dari hasil antri di Mall Central Park. “Pakai kartu kredit dan dicicil tanpa bunga selama 6 bulan,” tuturnya. Bisa dibayangkan, dengan menggunakan kartu kredit dari bank tertentu, cash back hingga Rp 700.000.

Kemudian mereka jual kembali dengan harga RP2,3-Rp2,4 juta dengan alasan stock terbatas. SINYAL menelusuri lantai demi lantai, hampir semuanya menga ta – kan BB Z3 memang belum tersedia. Tapi ada satu toko, T&S Cellular di lantai 1 yang menawarkan BB Z3 dengan harga Rp 2,35 juta. Garansi Telesindo, jadi bukan TAM, yang merupakan garansi resmi. Barang disebut berasal dari dealer besar seperti Big. Ditempat lain malah harga mencapai Rp2,45 juta, tetapi dengan garansi TAM. Lain cerita dengan Asus yang belum memasukkan produk seri Zenfone-nya selepas diumumkan pertengahan April lalu. Bahkan, distributor besar di Roxy Mas seperti Indokom yang selama ini menyalurkan ponsel Asus, sama sekali tak punya stoknya.

Sony Sasar Kursi Dua Besar

Disela-sela acara pengambilan Sony Xperia Z2 oleh pembeli yang sudah melakukan pre-order melalui market online di Mall Taman Anggrek, Jakara, Oky Gunawan, Head Market PT Sony Mobile Communication Indonesia menuturkan Sony sedang mengincar kursi dua besar pasar premium di Indonesia. “Jadi yang kedua saja, tetapi harus bisa membuat jarak yang sangat jauh dari pesaing ketiga,” tegasnya. Saat ini, Indonesia satu-satunya negara di Asia Pasi c yang diprioritaskan dari sisi penju al an. Sudah menyumbang angka yang sangat baik, berada di atas 30 persen. Tahun ini Sony harus bisa memenuhi target minimal penjual an naik 50 persen dari tahun sebelumnya agar bisa mencapai kursi dua besar di kelas premium.

Saat ini, penyumbang laba terbesar masih berada di kelas mid-low, sedangkan untuk harga yang Rp5 juta ke atas sedang mengalami pertumbuhan. “Di kelasnya Xperia C, Xperia M, dan Xperia E, penjual an sangat bagus.Kami masih mengharapkan itu tumbuh lebih baik lagi,” harapnya. Sony Mobile juga akan mengada kan promo Xperia Z2 lauch di Laguna 3, Mall Central Park Lantai GF selama periode 23 – 25 Mei 2014. Sony memberikan Smartwatch 2 dan boneka Kakao Talk kepadaJhon Calvin dan Felix Adiutama di event yang lalu sebagai pengan tri pertama.

Seretnya Bisnis di Tengah Bertumbuhnya Konsumsi

  • Juni 26, 2019

T ren konsumsi daging sapi di Indonesia dari tahun ke tahun, menurut Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), selalu meningkat. Namun demikian, banyak tantangan usaha yang dihadapi peternak sapi potong lokal. Mulai dari tidak selarasnya data produksi hingga tumpang tindihnya regulasi. Direktur Eksekutif Gapuspindo Joni Liano berujar, konsumsi daging sapi meningkat setidaknya 8% per tahun. Akan tetapi permintaan tersebut belum di – ikuti dengan ketersediaan daging sapi di dalam ne – ge ri. Karena itu, pihaknya menilai sangat positif pro – gram Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Up – sus Siwab) yang bertujuan meningkatkan populasi. Sayang, hingga saat ini hasilnya belum signifikan. Ironisnya, ketika Upsus Siwab sedang berjalan, keran impor daging beku malah dibuka dari negara yang belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). “Belum lagi regulasi kontradiktif lainnya,” beber Joni dalam seminar AGRINA Agribusiness Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (11/4).

Regulasi dan Segmentasi pasar

Sebagai pelaku usaha, Joni melihat paling tidak ada lima regulasi yang mengganjal pembangunan peternakan sapi potong di Indonesia. Pertama, UU 41 Pasal 36b, terkait pemeliharaan penggemukan sapi selama minimal 120 hari. Padahal semestinya tergantung bobot awal penggemukan dan penambahan bobot hariannya. Kedua, Permendag No.96/2018 tentang penetapan harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di konsumen. Ketiga, Permenkeu No.28/PMK.010/2017 tentang penetapan tarif bea masuk. Berikutnya, Permentan No.02/2017 yang mengatur setiap importasi lima sapi bakalan harus diikuti pemasukan satu indukan. “Impor indukan bisa diterapkan berdasarkan kapasitas kandang feedloter. Maksimal 3%, kandang masih layak digunakan untuk pengembangan indukan,” kutip dia dari kajian Fapet Unpad. Kemudian, PP 4/2016 dan SK Mentan No.2556/ 2016 yang mengizinkan impor dari negara belum be bas PMK, khususnya daging kerbau dari India.

Tujuannya memang untuk menurunkan harga da – ging di angka Rp80 ribu/kg sesuai Permendag No.96/2018. Namun kenyataannya, merunut data BPS, harga rata-rata di pasar berada di level Rp107 ribu/kg sepanjang tahun lalu. Di sisi lain, realisasi impor daging kerbau India se – jak 2016 terus meningkat. Tahun lalu, ungkap Joni, volume impor mencapai 79.634 ton atau tumbuh 46%. Awalnya impor hanya untuk industri peng olahan, tapi kini sudah ma – suk ke mana-mana dan dijual secara oplos bersama daging sapi di pasar tradisional. “Harusnya dilakukan segmen – tasi antara daging sapi dan da – ging kerbau. Konsumen turut dirugikan karena tidak ada pe – misahan. Meskipun daging sapi lebih mahal, mereka akan tetap memilih,” saran Joni.

Harmonisasi Data

Selain kebijakan, ia menyoroti perbedaan data produksi dan kon sumsi antara Kementerian Pertanian, Gapus pindo, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Gapuspindo, ulas Joni, memproyeksikan terdapat defisit daging sapi sebesar 426.624 ton pada 2019. Sebab dari ke butuhan yang diprediksi mencapai 782.830 ton atau naik 8,10% pada 2019, hanya sekitar 356.206 ton produksi lokal. Sementara itu, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, merilis proyeksi kebutuhan le – bih sedikit, yakni 712.893 ton dan produksi di angka 360.397 ton. Sehingga defisitnya hanya 352.496 ton. Lain lagi dengan proyeksi data BPS, produksi daging sapi akan menyentuh 404.590 ton dengan kebutuhan 686.270 ton, atau defisit 281.680 ton. Joni pun berharap, sebelum pemerintah meng – ambil kebijakan, ada baiknya melakukan harmo – nisasi data terlebih dahulu. “Jangan sampai kebijak – an yang diambil menjadi tidak tepat. Imbasnya sapi lokal akan terkuras,” tandasnya.

Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

  • April 10, 2019

Kondisi ekonomi yang menantang serta tren kenaikan suku bunga perbankan nyatanya tidak menghalangi bank syariah mencetak laba usaha sesuai dengan target awal. Salah satunya Bank BCA Syariah. Anak usaha Bank Central Asia (BCA) itu mampu mencetak pertumbuhan laba year on year (yoy) hingga Agustus 2018 sekitar 23% menjadi Rp 46,21 miliar dari Rp 37,79 miliar.

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan, penopang perolehan laba masih dari penyaluran pembiayaan, tumbuh 31% yoy menjadi Rp 4,79 triliun, dari Rp 3,65 triliun. Kami menargetkan laba tumbuh di kisaran 20% hingga akhir tahun, ujar John, Jumat (28/9). Untuk mencapai target tersebut, BCA Syariah akan menggenjot pengumpulan dana murah agar bisa lebih leluasa menggelar ekspansi kredit. Yang pada akhirnya, ini akan memperbesar potensi perolehan laba.

Rasio dana murah atau current account saving account (CASA) BCA Syariah terus meningkat ke kisaran 16% hingga 17%. Hingga akhir tahun, BCA Syariah menargetkan CASA antara 15%- 20%. Potensi dana murah menurut saya masih terbuka. Dengan perluasan jaringan, produk dan layanan melalui teknologi maka mestinya dapat dilakukan, kata John. Adapun kinerja unit usaha syariah (UUS) Bank Pembangun Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) hingga Agustus 2018 mendekati laba akhir tahun.

Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya bilang, laba UUS Bank Jateng per Agustus 2018 mencapai Rp 80 miliar, tumbuh 42% yoy. Hampir mencapai target tahun ini sebesar Rp 90 miliar. Laba di Agustus itu di atas target awal sebesar Rp 54 miliar. Sebagian besar didukung pembiayaan di sektor konstruksi dan pendidikan. Pembiayaan mampu tumbuh 29,85% yoy dengan nilai outstanding Rp 2,42 triliun, ujar Hanawijaya.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyebutkan, laba setelah pajak BRI Syariah sampai akhir Agustus 2018 tumbuh 29,99% yoy menjadi Rp 144,63 miliar. Adapun target perolehan laba hingga akhir tahun Rp 225 miliar. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan pembiayaan ritel maupun komersial. Ke depan, pendapatan di pos lain seperti pendapatan berbasis komisi akan ditingkatkan sehingga tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari pembiayaan, ujar Indri. Peningkatan pencadangan untuk memitigasi risiko diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian laba BRi Syariah hingga akhir tahun.

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat

  • Maret 28, 2019

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat – Gotong royong atau sering disebut basiru dalam bahasa lokal, sebagai falsafah sosio-kultur masyarakat Sumbawa, diangkat menjadi tema utama memasuki usia ke-60 tahun Kabupaten Sumbawa pada 2019. “Gotong royong adalah nilai dasar Pancasila yang harus selalu kita budayakan, tradisikan, sekaligus dimantapkan dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumbawa,” tutur Bupati Sumbawa Husni Djibril.

Gotong royong adalah landasan bagi pemerintahan Husni Djibril-Mahmud Abdullah untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian. Dengan spirit kegotongroyongan Kabupaten Sumbawa telah mampu menunjukkan peningkatan hasil penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan. Angka kemiskinan Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan dari 16,12 persen pada 2016 menjadi 14.08 persen pada 2018.

Indeks pembangunan manusia pada 2016 sebesar 64,89 menjadi 65,84 pada 2017 dengan usia harapan hidup rata-rata 66,58 tahun. Pada 2019 ini, tercatat beberapa proyek nasional akan dilaksanakan. Pelaksanaan mega proyek nasional Bendungan Beringin Sila akan dimulai pada Januari 2019. Proyek yang sudah lama didambakan masyarakat dengan nilai Rp 1,7 triliun itu merupakan proyek multi-year yang akan dilaksanakan sampai 2022. Perpanjangan runway Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin sepanjang 150 meter akan menambah panjang landasan menjadi 1.800 meter dengan nilai sekitar Rp 23,7 miliar.

Di sektor ekonomi, pembangunan Pasar Seketang senilai Rp 58 miliar, revitalisasi Pasar Empang, kelanjutan pembangunan Pasar Utan, juga pembangunan Pasar Alas menjadi arahan pembangunan berkelanjutan ekonomi. Akreditasi puskesmas dan sekolah terus dipacu guna meningkatkan pelayanan dasar yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Inovasi terus dipacu. Hal ini terbukti dengan masuknya Kabupaten Sumbawa dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia 2018 serta terpilihnya inovasi Pariri Si Desa Kecamatan Lantung sebagai Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Ini menjadi tonggak bagi berpacunya pelayanan publik yang didorong inovasi dan berbasis aplikasi teknologi iniformasi. Terpilihnya Festival Pesona Moyo 2019 sebagai bagian dari 100 Event Kalender Wonderful Indonesia 2019 dan ditetapkannya Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari kalender wisata bahari berskala internasional Sail Indonesia menjadi pemacu bergeraknya ekonomi pariwisata serta kreativitas masyarakat di berbagai sektor terkait dengan kepariwisataan.

Capaian-capaian pada 2018 juga target 2019 yang diharapkan pemerintah Kabupaten Sumbawa yang akan menginjak usia ke-60 tahun ini sangat membutuhkan gotong royong dari pemerintah pusat maupun provinsi guna mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat. “Penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana gempa bumi yang berdampak di Kabupaten Sumbawa, keberlanjutan pembangunan infrastruktur daerah terpencil, serta sektor-sektor lainnya menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan sinergisitas gotong royong pemerintah pusat dan provinsi,” kata Bupati Husni.