Optimalisasi Fitur Bagian 2

  • April 12, 2019

Malam harinya, kami berkeliling kota Semarang dan mengunjungi kawasan Simpang Lima sebagai tempat berkumpulnya warga Semarang. Disana kami mencoba kuliner khas Semarang sebagai santap malam. Keesokan harinya kami bersiap-siap menuju Sragen untuk mengunjungi sanak saudara. Kami pun sempat membeli oleholeh khas Semarang yakni bandeng presto dan lumpia untuk bekal di jalan.

Dari Semarang menuju Sragen kami tempuh dengan waktu 2 jam dengan kondisi jalan cukup lancar. Menuju Sragen, Mazda CX- 5 ditantang untuk menaklukan medan berat yakni jalanan bebatuan. Ketika melintasi jalan tersebut salah satu keluarga kami mengatakan mobilnya goyangnya terlalu keras. ya, itu karena bantingan suspensi Mazda CX- 5 masih sedikit keras bila dibandingkan SUV sekelasnya. Meski kurang nyaman namun kami selamat melintas jalan tersebut tanpa mentok dengan bebatuan.

Berkat ground clearance 215 mm, SUV ini memang masih tergolong aman untuk melewati jalanan berlubang atau rusak. Sesampainya di Sragen hari sudah malam dan kami memutuskan langsung beristirahat. Keesokan harinya kami sempat berkeliling kota Sragen untuk menyantap kuliner khas yakni Soto Kuali. Meskipun porsinya sedikit namun harganya yang hanya Rp 4.000 akan membuat Anda terpukau.

Kami berempat dengan pesanan enam porsi soto ditambah gorengan sekitar 10 hanya habis Rp 45.000 saja. Harga yang sulit didapat di Jakarta. Selesai mengunjungi saudara di Sragen, kami sempatkan untuk singgah di Klaten untuk bertemu saudara lainnya. Sempat menginap semalam, kami pun pulang ke Jakarta pada tanggal 22 Juli 2015. Beruntung perjalanan pulang kami lalui dengan lancar walaupun sempat terkena macet sedikit di Pemalang dan Pekalongan.

Sesampainya di Jakarta tercatat Mazda CX-5 telah menempuh jarak 1.549 km. Sementara BBM yang habis mencapai 103,11 liter. Artinya Mazda CX-5 masih tergolong irit karena secara kesuluruhan konsumsi BBM untuk luar kota sebesar 15,02 km/liter. Pada Holiday Test Drive tahun ini kami sangat menikmati perjalanan karena tidak lagi terjebak macet saat arus balik seperti tahun lalu. Ditambah fitur-fitur canggih di Mazda CX-5 membuat nyaman, aman dan irit.

Optimalisasi Fitur Bagian 1

  • April 12, 2019

Fitur berlimpah pada Mazda CX-5 kami optimalkan demi mencapai efisiensi maksimal. Hasilnya, tidak terlalu buruk untuk sebuah SUV bermesin 2.488 cc. Belajar dari pengalaman tahun lalu dimana jalan yang kami lalui banyak rusak, maka SUV Mazda CX-5 menjadi pilihan yang tepat.

Meskipun memang banyak yang mengeluhkan suspensinya tidak sebaik rivalnya, namun ground clearance tinggi menjadi faktor utama. Terlebih ketika liburan membawa banyak barang seperti koper dan tas ransel. Holiday Test Drive tahun ini kami singgah dahulu di ibu kota Jawa Tengah, Semarang sebelum menuju kampung halaman di Klaten dan Sragen.

Ruang bagasi yang luas menjadi keuntungan sehingga barang-barang yang kami bawa bisa semua masuk ke bagasi tanpa harus menaruh barang di bangku penumpang. Selama perjalanan ftur-ftur di Mazda CX-5 sangat membantu. Seperti Lane Keep Assist System (LAS) ketika melintas di tol Cipali dengan sigap peringatan berupa bunyi dan getaran terasa ketika kami berpindah jalur tanpa menggunakan sein. Berhubung kami melintas jalan tol Cipali pada malam hari dan lampu penerangan jalan masih minim, fitur blind spot monitoring (BSM) membantu kami sepanjang jalan.

Ketika hendak berpindah jalur dengan sigap peringatan bunyi dan lampu LED di spion menyala bila ada mobil melintas dari samping belakang. Waktu melintasi tol Cipali, kami merasakan kenyamanan dan stabilitas dari Mazda CX-5. Berisikan 4 orang di kabin termasuk pengemudi, ditambah koper dan barang-barang lainnya Mazda CX-5 terasa mantap ketika berakselerasi berkat mesin SKyACTiV 2.488 cc 4-silinder bertenaga 187 dk dan torsi 250 Nm.

Perpindahan gigi pun terasa halus berkat transmisi SKyACTiV-Drive 6-speed. Sempat terjebak macet ketika keluar tol Kanci-Pejagan, namun ftur i-Stop yang bekerja ketika pedal rem di injak membantu dalam meningkatkan efsiensi BBM. Terbukti setelah menempuh jarak lebih dari 600 km sampai ke Semarang, MiD Mazda CX-5 tercatat 6,8 liter/100 km atau sekitar 14,7 km/liter. Sesampainya di Semarang pukul 11.00 WiB langsung menuju hotel untuk beristirahat sejenak.

IIMS Makin Seru

  • Maret 27, 2019

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta akan mempunyai 49 acara pendukung. Seluruh acara tersebut akan berhubungan dengan dunia otomotif dan hanya ada 1 acara yang bersifat hiburan. “Ini akan menjadi terobosan besar untuk sebuah pameran otomotif di Indonesia walaupun sudah dilakukan di banyak negara. Kali ini kami tidak akan hanya menampilkan produk otomotif terkini tapi kami ingin IIMS menjadi sebuah sarana rekreasi keluarga,” ujar Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo di Jakarta (6/7).

Salah satunya adalah Military Zone yang akan menampilkan beragam kendaraan militer yang bisa menambah pengetahuan. Ada juga area Movie Cars dengan menampilkan mobil-mobil ikonik yang pernah muncul pada filmfilm terkenal produksi Hollywood maupun lokal. Bagi pengunjung yang hobi dengan modifikasi juga ditampilkan karya-karya terbaik dari komunitas modifikasi otomotif di Indonesia. Tidak lupa akan digelarnya pameran mobil klasik yang akan menyemarakkan acara dengan slogan ‘The Essence of Motor Show’ ini. Meskipun banyak acara pendukung, di IIMS tetap ada produk-produk baru yang akan dijual selama pameran berlangsung dari 20-30 Agustus 2015. Setidaknya ada 30 merek mobil dan sepeda motor baik langsung dari agen pemegang merek (APM) maupun non APM.