Permintaan Lemah Saat Pasokan Melimpah

  • Juni 26, 2019

Sebagai pelaku usaha bisnis perunggasan, 2019 wajib diyakini terus berprospek. Pasal – nya, dilihat dari sisi konsumsi peluang per – min taan pasar masih sangat terbuka untuk diting – katkan. Hingga saat ini, tercatat level konsumsi da – ging ayam di Indonesia masih jauh di bawah Malay – sia yang sudah mencapai 38 kg/kapita/tahun. Dalam seminar AGRINA Agribusiness Outlook di Jakarta (11/4), Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami meng utarakan, hal utama dalam bisnis perunggasan saat ini adalah menyeimbangkan supply dan demand. “Supply terus yang dibahas (oleh peme – rintah), sementara demand tidak pernah dikreasi – kan atau dirangsang,” singkapnya. Harga dan Data Selain merupakan produk yang mudah rusak (peri shable food product), ketidakseimbangan supply dan demand daging ayam sangat sensitif dam – pak nya terhadap harga.

Karena itu, lanjut Dawami, ke jelasan data pasokan dan permintaan amat mutlak dibutuhkan. Khusus untuk industri perunggasan, data demand menjadi yang paling sulit untuk diper – kirakan. Namun setidaknya harus direncanakan. “Apa pun kegiatan bisnisnya, harus punya planning,” imbuh Deputy Head of Commercial Poultry Division JAPFA ini. Di sisi pasokan, proses dari Grand Parent Stock (GPS) untuk menjadi Day-Old Chicken Final Stock (DOC FS) yang dipelihara peternak membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Dawami membandingkan, impor GPS pada 2017 lebih rendah ketimbang 2016, seharusnya produksi pada 2019 juga mengalami pe – nurunan. Namun yang terjadi, harga ayam hidup (live bird – LB) malah jatuh. Pada April saja, harga ayam hidup rata-rata nasional anjlok ke Rp16 ribu/kg.

Kondisi harga di tiga bulan awal 2019, menurut Dawami, merupakan harga terparah dibandingkan masa krisis moneter. Dalam ku run waktu tersebut, terhitung kurang lebih Rp1 triliun bisa di pastikan hilang. Lulusan Fakul tas Peternakan UGM Yogyakar ta ini menilai kasus tersebut se bagai akibat perencanaan yang tidak jelas. Ditjen Peternakan dan Kese – hatan Hewan (PKH), Kemen – tan, mencatat, produksi DOC FS 2018 mencapai 3,1 miliar ekor. Sementara data BPS jauh lebih kecil, yakni 1,8 miliar ekor. “Apakah mungkin data BPS itu sudah ayam tanpa tulang, jadi berbeda dengan data Kemen – tan?” tanya Dawami.

Konsumsi Per Kapita Masih Rendah

Terkait suplai, Dawami menjabarkan, tahun lalu jumlah ayam hidup mencapai 60 juta ekor/minggu. Dengan bobot karkas 3,4 miliar kg dan jumlah penduduk yang diperkirakan 265 juta jiwa, angka konsumsi hanya menyentuh 12,87 kg/kapita/tahun atau setara dengan Rp420 ribu/ orang/tahun. Sebagai catatan, perhitungan konsumsi belum termasuk ayam afkir dari GPS, Parent Stock (PS) baik broiler maupun layer (petelur). Mengutip data BPS pada 2018, produksi broiler hi – dup sebesar 68% berada di Pulau Jawa saja. Semen -tara Banten dan DKI Jakarta menyumbang 11%, Jawa Barat 35%, Jawa Tengah dan Yogyakarta 10%, serta 10% di Jawa Timur.

Namun saat ini, Dawami meyakini pemetaan sudah bergeser. “Jawa Barat su – dah banyak masuk ke Jawa Tengah terkait ongkos produksi (lebih murah, Red.),” ulas dia. Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 57,5% yang bermukim di Pulau Jawa, menandakan peningkatan konsumsi per kapita protein asal unggas masih amat potensial di wilayah lainnya. Ketidak – seimbangan supply dan demand ini berdampak kepada jatuhnya harga ayam hidup. Namun yang men jadi sorotan, harga DOC malah melonjak. Bah – kan Desember tahun lalu, harga DOC meroket hingga Rp7.000/ekor. “DOC ini kan motornya peternak. Kalau harganya naik, seharusnya (harga) live bird ikut naik. Tapi yang terjadi harga jual di bawah harga pokok produksi. Tren ini selalu terjadi di JanuariMaret, turun terus setiap tahun. Di sini pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara suplai GPS dan sebagainya. Jangan juga lupa menyentuh potensi demand,” tandas bapak yang sudah 35 tahun lebih mengurusi ayam ini.

Menentukan Demand

Yang kerap menjadi tantang – an utama dalam usaha perunggasan adalah menentukan be – sar an target permintaan. Kemu – dian mengatur keseimbangan mulai dari importasi GPS. Ba – nyaknya GPS yang boleh diimpor, terang Dawami, ditentukan oleh pemerintah melalui tim ahli Ditjen PKH, Kementan. Jalan keluar saat harga jatuh adalah mendorong sisi konsumsi. Pemerintah bisa mengajak masyarakat untuk membeli daging ayam ketika harganya terjangkau.

“Mumpung murah, ayo beli ayam,” seru Dawami. Upaya lainnya yang bisa dilakukan dalam merang – sang konsumsi ialah melalui distribusi atau penyebaran GPS maupun PS ke pulau-pulau yang konsumsi daging ayamnya masih rendah. Ongkos angkut ke luar pulau memang ada, tapi ini akan diikuti dengan kenaikan harga. Dawami pun meng – ingat kan, di era industri 4.0, teknologi dan digitalisasi patut diapli – kasikan karena meru – pa kan bagian dari efi – siensi. Jangan lupa, har ga ayam di luar ne – geri itu lebih murah karena lebih efisien. Murah dan mahalnya harga ayam di Indonesia bukan hanya bergantung terhadap peternakannya.

Tapi adanya koordinasi antara kementerian juga diperlukan. Harga pokok penjualan atau harga pokok produksi ayam bergantung harga bahan baku yang dima – kan si ayam. Belum lama, harga jagung sempat naik ke angka Rp6.200/kg. Dengan bahan baku pakan yang sudah mahal, harga ayam pun mengikuti. Se – bab 50% bahan baku pakan masih berasal dari jagung “Konsumsi masih rendah. Pelaku bisnis harus ber – kolaborasi dengan pemerintah. Positive thinking saja pemerintah itu bermaksud baik sembari ber – harap memiliki sense of business,” pungkas Dawami.

Pilihan Smartphone Terbaik untuk Main Game Bola Offline

  • Juni 26, 2019

Pilihan Smartphone Terbaik untuk Main Game Bola Offline Tengah bulan ini, sua- sana di pusat perda- gangan ITC Roxy Mas, terbilang bergairah. Banyak produk unggulan vendor masuk pasar, tetapi sayang, unit barang yang dicari malah kosong. Kondisi ini membuat banyak pengun jung kecewa, khususnya para pemburu Z3. Mereka yang kecewa ialah yang tidak sempat melakukan pre-order, atau melakukan pembelian perdana BB Z3 di Mall Central Park, Jakarta serta di Mall Kota Kasablanca yang dilakukan oleh Indosat sejak (14- 18/5) lalu. Untuk tahap awal, BlackBerry ha nya menyediakan 25000 unit BB Z3 Jakarta Edition yang disebar ke berbagai rekanan. Di geraigerai resmi BlackBerry seperti Erafone, persedian barang dibatasi. Dan hingga kini tidak ada informasi kapan unit tambahan akan tiba. “Kami menjual BB Z3 dengan harga Rp2,2 juta. Kemarin stok ada 50 unit, langsung habis. Garansi resmi TAM selama 2 tahun, dan bundling Indosat, tapi tidak dikunci,” terang Intan Herlina, penjaga gerai BlackBerry Erafone di lantai dasar, Roxy Mas, Jakarta. Operator lain, XL dan Telkomsel tidak melakukan penjualan langsung, hanya sebatas pre-order saja.

Di geraigerai resmi BlackBerry seperti Erafone, persedian barang dibatasi. Dan hingga kini tidak ada informasi kapan unit tambahan akan tiba. “Kami menjual BB Z3 dengan harga Rp2,2 juta. Kemarin stok ada 50 unit, langsung habis. Garansi resmi TAM selama 2 tahun, dan bundling Indosat, tapi tidak dikunci,” terang Intan Herlina, penjaga gerai BlackBerry Erafone di lantai dasar, Roxy Mas, Jakarta. Operator lain, XL dan Telkomsel tidak melakukan penjualan langsung, hanya sebatas pre-order saja.

“Kalau mau nunggu, kemungkin an seminggu lagi. Tapi kita tetap usahakan secepatnya. Warna yang tersedia cuma hitam saja. Anda bisa indent di sini, tak usah pakai DP, cukup dicatat nama dan nomor teleponnya saja. Bila unit sudah tersedia, langsung dikabari,” lanjut Intan. Belum sampai sehari, outlet mereka sudah menerima 32 nama pemesan BB Z3. Sedikitnya barang dan tingginya permintaan, menggoda banyak pihak untuk mencari keuntungan. Diungkap salah satu penjaga outlet resmi BlackBerry, stock BlackBerry Z3 yang ada di kios tak resmi kebanyak an diperoleh dari hasil antri di Mall Central Park. “Pakai kartu kredit dan dicicil tanpa bunga selama 6 bulan,” tuturnya. Bisa dibayangkan, dengan menggunakan kartu kredit dari bank tertentu, cash back hingga Rp 700.000.

Kemudian mereka jual kembali dengan harga RP2,3-Rp2,4 juta dengan alasan stock terbatas. SINYAL menelusuri lantai demi lantai, hampir semuanya menga ta – kan BB Z3 memang belum tersedia. Tapi ada satu toko, T&S Cellular di lantai 1 yang menawarkan BB Z3 dengan harga Rp 2,35 juta. Garansi Telesindo, jadi bukan TAM, yang merupakan garansi resmi. Barang disebut berasal dari dealer besar seperti Big. Ditempat lain malah harga mencapai Rp2,45 juta, tetapi dengan garansi TAM. Lain cerita dengan Asus yang belum memasukkan produk seri Zenfone-nya selepas diumumkan pertengahan April lalu. Bahkan, distributor besar di Roxy Mas seperti Indokom yang selama ini menyalurkan ponsel Asus, sama sekali tak punya stoknya.

Sony Sasar Kursi Dua Besar

Disela-sela acara pengambilan Sony Xperia Z2 oleh pembeli yang sudah melakukan pre-order melalui market online di Mall Taman Anggrek, Jakara, Oky Gunawan, Head Market PT Sony Mobile Communication Indonesia menuturkan Sony sedang mengincar kursi dua besar pasar premium di Indonesia. “Jadi yang kedua saja, tetapi harus bisa membuat jarak yang sangat jauh dari pesaing ketiga,” tegasnya. Saat ini, Indonesia satu-satunya negara di Asia Pasi c yang diprioritaskan dari sisi penju al an. Sudah menyumbang angka yang sangat baik, berada di atas 30 persen. Tahun ini Sony harus bisa memenuhi target minimal penjual an naik 50 persen dari tahun sebelumnya agar bisa mencapai kursi dua besar di kelas premium.

Saat ini, penyumbang laba terbesar masih berada di kelas mid-low, sedangkan untuk harga yang Rp5 juta ke atas sedang mengalami pertumbuhan. “Di kelasnya Xperia C, Xperia M, dan Xperia E, penjual an sangat bagus.Kami masih mengharapkan itu tumbuh lebih baik lagi,” harapnya. Sony Mobile juga akan mengada kan promo Xperia Z2 lauch di Laguna 3, Mall Central Park Lantai GF selama periode 23 – 25 Mei 2014. Sony memberikan Smartwatch 2 dan boneka Kakao Talk kepadaJhon Calvin dan Felix Adiutama di event yang lalu sebagai pengan tri pertama.

Seretnya Bisnis di Tengah Bertumbuhnya Konsumsi

  • Juni 26, 2019

T ren konsumsi daging sapi di Indonesia dari tahun ke tahun, menurut Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), selalu meningkat. Namun demikian, banyak tantangan usaha yang dihadapi peternak sapi potong lokal. Mulai dari tidak selarasnya data produksi hingga tumpang tindihnya regulasi. Direktur Eksekutif Gapuspindo Joni Liano berujar, konsumsi daging sapi meningkat setidaknya 8% per tahun. Akan tetapi permintaan tersebut belum di – ikuti dengan ketersediaan daging sapi di dalam ne – ge ri. Karena itu, pihaknya menilai sangat positif pro – gram Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Up – sus Siwab) yang bertujuan meningkatkan populasi. Sayang, hingga saat ini hasilnya belum signifikan. Ironisnya, ketika Upsus Siwab sedang berjalan, keran impor daging beku malah dibuka dari negara yang belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). “Belum lagi regulasi kontradiktif lainnya,” beber Joni dalam seminar AGRINA Agribusiness Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (11/4).

Regulasi dan Segmentasi pasar

Sebagai pelaku usaha, Joni melihat paling tidak ada lima regulasi yang mengganjal pembangunan peternakan sapi potong di Indonesia. Pertama, UU 41 Pasal 36b, terkait pemeliharaan penggemukan sapi selama minimal 120 hari. Padahal semestinya tergantung bobot awal penggemukan dan penambahan bobot hariannya. Kedua, Permendag No.96/2018 tentang penetapan harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di konsumen. Ketiga, Permenkeu No.28/PMK.010/2017 tentang penetapan tarif bea masuk. Berikutnya, Permentan No.02/2017 yang mengatur setiap importasi lima sapi bakalan harus diikuti pemasukan satu indukan. “Impor indukan bisa diterapkan berdasarkan kapasitas kandang feedloter. Maksimal 3%, kandang masih layak digunakan untuk pengembangan indukan,” kutip dia dari kajian Fapet Unpad. Kemudian, PP 4/2016 dan SK Mentan No.2556/ 2016 yang mengizinkan impor dari negara belum be bas PMK, khususnya daging kerbau dari India.

Tujuannya memang untuk menurunkan harga da – ging di angka Rp80 ribu/kg sesuai Permendag No.96/2018. Namun kenyataannya, merunut data BPS, harga rata-rata di pasar berada di level Rp107 ribu/kg sepanjang tahun lalu. Di sisi lain, realisasi impor daging kerbau India se – jak 2016 terus meningkat. Tahun lalu, ungkap Joni, volume impor mencapai 79.634 ton atau tumbuh 46%. Awalnya impor hanya untuk industri peng olahan, tapi kini sudah ma – suk ke mana-mana dan dijual secara oplos bersama daging sapi di pasar tradisional. “Harusnya dilakukan segmen – tasi antara daging sapi dan da – ging kerbau. Konsumen turut dirugikan karena tidak ada pe – misahan. Meskipun daging sapi lebih mahal, mereka akan tetap memilih,” saran Joni.

Harmonisasi Data

Selain kebijakan, ia menyoroti perbedaan data produksi dan kon sumsi antara Kementerian Pertanian, Gapus pindo, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Gapuspindo, ulas Joni, memproyeksikan terdapat defisit daging sapi sebesar 426.624 ton pada 2019. Sebab dari ke butuhan yang diprediksi mencapai 782.830 ton atau naik 8,10% pada 2019, hanya sekitar 356.206 ton produksi lokal. Sementara itu, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, merilis proyeksi kebutuhan le – bih sedikit, yakni 712.893 ton dan produksi di angka 360.397 ton. Sehingga defisitnya hanya 352.496 ton. Lain lagi dengan proyeksi data BPS, produksi daging sapi akan menyentuh 404.590 ton dengan kebutuhan 686.270 ton, atau defisit 281.680 ton. Joni pun berharap, sebelum pemerintah meng – ambil kebijakan, ada baiknya melakukan harmo – nisasi data terlebih dahulu. “Jangan sampai kebijak – an yang diambil menjadi tidak tepat. Imbasnya sapi lokal akan terkuras,” tandasnya.

Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka

Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka

  • April 26, 2019

Apabila anda termasuk orang yang suka camping di alam terbuka, penting sekali membekali diri dengan genset diesel yang handal untuk di alam terbuka, tujuanya tentunya supaya acara camping semakin memberi kesan yang lebih seru dari biasanya. Penasarankan genset apa yang bagus untuk di bawa pada alam terbuka ? Simak artikel ini untuk tau jawabanya.

Bled adalah sebuah kota kecil, termasuk dalam kawasan yang berada di kaki Pegunungan Julian Alps yang berbatasan dengan Italia. Dipegunungan ini terdapat Triglav National Park yang amat kaya akan biota khas Eropa dan tentunya puncak tertinggi Slovenia, Mount Triglav setinggi 2.864 meter dpl. Makanya jangan heran bila daerah seperti Bled dan kota-kota kecil lainnya, dianugerahi pemandangan elok, lengkap dengan hutan, lembah, danau, serta sungai. Daya tarik utama Bled yakni danaunya, Lake Bled. Itulah alasan prioritas kenapa banyak orang berdatangan ke sini, begitupun saya.

Lake Bled bukanlah sekadar sebuah telaga berisi air tawar semata, dia memiliki daya tarik yang luar biasa, bukan hanya danaunya tapi obyek-obyek yang melingkupinya juga. Berkat danau ini nama Bled melambung dan menjadi ikon Negara Slovenia. Lake Bled berwarna biru kehijauan. Jika digayung, airnya bening sekali. Nah, pekat atau terangnya warna danau tergantung intensitas cahaya matahari yang menerpa.

Itulah kenapa Lake Bled disebut juga sebagai Telaga Permata. Saat senja, airnya pun kemerahan karena memantulkan warna langit, begitupun ketika Blue Hour (warna biru tua pada langit usai sunset) danaunya pun tampak membiru. Dari hotel, saya hanya berjalan selama 10 menit dan langsung berdiri di tepi danaunya. Panjang Lake Bled 6 km, masih lebih luas Danau Toba, namun menyaksikan tebing-tebing serta pegunungan bersalju sebagai latarnya, sungguhsungguh memesona. Untuk menikmati indahnya danau, jalan kaki mungkin nyamannya cuma sejauh 1 km, kebanyakan orang memilih bersepeda.

Jika Danau Toba punya Pulau Samosir, di Danau Bled punya pulau mungil bernama Bled Island. Tak seberapa besar juga, luasnya cuma beberapa hektar tapi lumayan teduh karena ada pepohonan yang tumbuh di sana. Selain itu, di pulau yang disebut Blejski Otok oleh warga Bled ini berdiri sebuah gereja tua, Church of the Assumption. Cara unik dan romantis ke Bled Island yakni menumpang sampan tradisional dari kayu, semacam Gondola, yang disebut Pletna. Bukan dengan tenaga motor, tapi didayung laiknya perahu tradisional. Pletna sudah digunakan sejak tahun 1700an dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Saya melihat banyak Pletna parkir di dekat Park Hotel. Tiba di pulau dengan Pletna, pengunjung terlebih dahulu musti menaiki anak-anak tangga sebelum mencapai Church of the Assumption.

Dulu, ada tradisi suami menggendong istri menaiki tangga-tangga ini. Katanya, pengorbanan penuh cinta tersebut akan memperpanjang usia pernikahan. Orang-orang sekitar Bled masih melakukan tradisi tersebut, dan kadang pula ada pengantin turis yang melaksanakannya juga.

Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka Dan Tahan Segala Cuaca
Cmaping dialam terbuka merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan terlbih jika dilakukan bersama keluarga tercinta. Namun jangan sampai lupa genset harus tetap ada saat anda camping, lantaran mesin ini sangat berguna sekali disaat camping.

Salah satu genset yang bagus untuk di alam terbuka ialah Yanmar dan anda bisa menemukanya di kios jual genset yanmar solar murah yang berada di dekat anda.

Yanmar merupakan genset yang handal untuk segala jenis cuaca, baik cuaca hujan maupun panas, yanmar genset bisa diandalkan. Dengan kehebatan yang dimilikinya itulah menjadikan genset yang satu ini diminati oleh banyak orang di seluruh negara.