Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

  • April 10, 2019

Kondisi ekonomi yang menantang serta tren kenaikan suku bunga perbankan nyatanya tidak menghalangi bank syariah mencetak laba usaha sesuai dengan target awal. Salah satunya Bank BCA Syariah. Anak usaha Bank Central Asia (BCA) itu mampu mencetak pertumbuhan laba year on year (yoy) hingga Agustus 2018 sekitar 23% menjadi Rp 46,21 miliar dari Rp 37,79 miliar.

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan, penopang perolehan laba masih dari penyaluran pembiayaan, tumbuh 31% yoy menjadi Rp 4,79 triliun, dari Rp 3,65 triliun. Kami menargetkan laba tumbuh di kisaran 20% hingga akhir tahun, ujar John, Jumat (28/9). Untuk mencapai target tersebut, BCA Syariah akan menggenjot pengumpulan dana murah agar bisa lebih leluasa menggelar ekspansi kredit. Yang pada akhirnya, ini akan memperbesar potensi perolehan laba.

Rasio dana murah atau current account saving account (CASA) BCA Syariah terus meningkat ke kisaran 16% hingga 17%. Hingga akhir tahun, BCA Syariah menargetkan CASA antara 15%- 20%. Potensi dana murah menurut saya masih terbuka. Dengan perluasan jaringan, produk dan layanan melalui teknologi maka mestinya dapat dilakukan, kata John. Adapun kinerja unit usaha syariah (UUS) Bank Pembangun Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) hingga Agustus 2018 mendekati laba akhir tahun.

Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya bilang, laba UUS Bank Jateng per Agustus 2018 mencapai Rp 80 miliar, tumbuh 42% yoy. Hampir mencapai target tahun ini sebesar Rp 90 miliar. Laba di Agustus itu di atas target awal sebesar Rp 54 miliar. Sebagian besar didukung pembiayaan di sektor konstruksi dan pendidikan. Pembiayaan mampu tumbuh 29,85% yoy dengan nilai outstanding Rp 2,42 triliun, ujar Hanawijaya.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyebutkan, laba setelah pajak BRI Syariah sampai akhir Agustus 2018 tumbuh 29,99% yoy menjadi Rp 144,63 miliar. Adapun target perolehan laba hingga akhir tahun Rp 225 miliar. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan pembiayaan ritel maupun komersial. Ke depan, pendapatan di pos lain seperti pendapatan berbasis komisi akan ditingkatkan sehingga tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari pembiayaan, ujar Indri. Peningkatan pencadangan untuk memitigasi risiko diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian laba BRi Syariah hingga akhir tahun.

Fajar Sulaiman

E-mail : admin2@belnapfoundation.org