Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka

Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka

  • April 26, 2019

Apabila anda termasuk orang yang suka camping di alam terbuka, penting sekali membekali diri dengan genset diesel yang handal untuk di alam terbuka, tujuanya tentunya supaya acara camping semakin memberi kesan yang lebih seru dari biasanya. Penasarankan genset apa yang bagus untuk di bawa pada alam terbuka ? Simak artikel ini untuk tau jawabanya.

Bled adalah sebuah kota kecil, termasuk dalam kawasan yang berada di kaki Pegunungan Julian Alps yang berbatasan dengan Italia. Dipegunungan ini terdapat Triglav National Park yang amat kaya akan biota khas Eropa dan tentunya puncak tertinggi Slovenia, Mount Triglav setinggi 2.864 meter dpl. Makanya jangan heran bila daerah seperti Bled dan kota-kota kecil lainnya, dianugerahi pemandangan elok, lengkap dengan hutan, lembah, danau, serta sungai. Daya tarik utama Bled yakni danaunya, Lake Bled. Itulah alasan prioritas kenapa banyak orang berdatangan ke sini, begitupun saya.

Lake Bled bukanlah sekadar sebuah telaga berisi air tawar semata, dia memiliki daya tarik yang luar biasa, bukan hanya danaunya tapi obyek-obyek yang melingkupinya juga. Berkat danau ini nama Bled melambung dan menjadi ikon Negara Slovenia. Lake Bled berwarna biru kehijauan. Jika digayung, airnya bening sekali. Nah, pekat atau terangnya warna danau tergantung intensitas cahaya matahari yang menerpa.

Itulah kenapa Lake Bled disebut juga sebagai Telaga Permata. Saat senja, airnya pun kemerahan karena memantulkan warna langit, begitupun ketika Blue Hour (warna biru tua pada langit usai sunset) danaunya pun tampak membiru. Dari hotel, saya hanya berjalan selama 10 menit dan langsung berdiri di tepi danaunya. Panjang Lake Bled 6 km, masih lebih luas Danau Toba, namun menyaksikan tebing-tebing serta pegunungan bersalju sebagai latarnya, sungguhsungguh memesona. Untuk menikmati indahnya danau, jalan kaki mungkin nyamannya cuma sejauh 1 km, kebanyakan orang memilih bersepeda.

Jika Danau Toba punya Pulau Samosir, di Danau Bled punya pulau mungil bernama Bled Island. Tak seberapa besar juga, luasnya cuma beberapa hektar tapi lumayan teduh karena ada pepohonan yang tumbuh di sana. Selain itu, di pulau yang disebut Blejski Otok oleh warga Bled ini berdiri sebuah gereja tua, Church of the Assumption. Cara unik dan romantis ke Bled Island yakni menumpang sampan tradisional dari kayu, semacam Gondola, yang disebut Pletna. Bukan dengan tenaga motor, tapi didayung laiknya perahu tradisional. Pletna sudah digunakan sejak tahun 1700an dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Saya melihat banyak Pletna parkir di dekat Park Hotel. Tiba di pulau dengan Pletna, pengunjung terlebih dahulu musti menaiki anak-anak tangga sebelum mencapai Church of the Assumption.

Dulu, ada tradisi suami menggendong istri menaiki tangga-tangga ini. Katanya, pengorbanan penuh cinta tersebut akan memperpanjang usia pernikahan. Orang-orang sekitar Bled masih melakukan tradisi tersebut, dan kadang pula ada pengantin turis yang melaksanakannya juga.

Genset Diesel Yang Handal Untuk di Alam Terbuka Dan Tahan Segala Cuaca
Cmaping dialam terbuka merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan terlbih jika dilakukan bersama keluarga tercinta. Namun jangan sampai lupa genset harus tetap ada saat anda camping, lantaran mesin ini sangat berguna sekali disaat camping.

Salah satu genset yang bagus untuk di alam terbuka ialah Yanmar dan anda bisa menemukanya di kios jual genset yanmar solar murah yang berada di dekat anda.

Yanmar merupakan genset yang handal untuk segala jenis cuaca, baik cuaca hujan maupun panas, yanmar genset bisa diandalkan. Dengan kehebatan yang dimilikinya itulah menjadikan genset yang satu ini diminati oleh banyak orang di seluruh negara.

Optimalisasi Fitur Bagian 2

  • April 12, 2019

Malam harinya, kami berkeliling kota Semarang dan mengunjungi kawasan Simpang Lima sebagai tempat berkumpulnya warga Semarang. Disana kami mencoba kuliner khas Semarang sebagai santap malam. Keesokan harinya kami bersiap-siap menuju Sragen untuk mengunjungi sanak saudara. Kami pun sempat membeli oleholeh khas Semarang yakni bandeng presto dan lumpia untuk bekal di jalan.

Dari Semarang menuju Sragen kami tempuh dengan waktu 2 jam dengan kondisi jalan cukup lancar. Menuju Sragen, Mazda CX- 5 ditantang untuk menaklukan medan berat yakni jalanan bebatuan. Ketika melintasi jalan tersebut salah satu keluarga kami mengatakan mobilnya goyangnya terlalu keras. ya, itu karena bantingan suspensi Mazda CX- 5 masih sedikit keras bila dibandingkan SUV sekelasnya. Meski kurang nyaman namun kami selamat melintas jalan tersebut tanpa mentok dengan bebatuan.

Berkat ground clearance 215 mm, SUV ini memang masih tergolong aman untuk melewati jalanan berlubang atau rusak. Sesampainya di Sragen hari sudah malam dan kami memutuskan langsung beristirahat. Keesokan harinya kami sempat berkeliling kota Sragen untuk menyantap kuliner khas yakni Soto Kuali. Meskipun porsinya sedikit namun harganya yang hanya Rp 4.000 akan membuat Anda terpukau.

Kami berempat dengan pesanan enam porsi soto ditambah gorengan sekitar 10 hanya habis Rp 45.000 saja. Harga yang sulit didapat di Jakarta. Selesai mengunjungi saudara di Sragen, kami sempatkan untuk singgah di Klaten untuk bertemu saudara lainnya. Sempat menginap semalam, kami pun pulang ke Jakarta pada tanggal 22 Juli 2015. Beruntung perjalanan pulang kami lalui dengan lancar walaupun sempat terkena macet sedikit di Pemalang dan Pekalongan.

Sesampainya di Jakarta tercatat Mazda CX-5 telah menempuh jarak 1.549 km. Sementara BBM yang habis mencapai 103,11 liter. Artinya Mazda CX-5 masih tergolong irit karena secara kesuluruhan konsumsi BBM untuk luar kota sebesar 15,02 km/liter. Pada Holiday Test Drive tahun ini kami sangat menikmati perjalanan karena tidak lagi terjebak macet saat arus balik seperti tahun lalu. Ditambah fitur-fitur canggih di Mazda CX-5 membuat nyaman, aman dan irit.

Optimalisasi Fitur Bagian 1

  • April 12, 2019

Fitur berlimpah pada Mazda CX-5 kami optimalkan demi mencapai efisiensi maksimal. Hasilnya, tidak terlalu buruk untuk sebuah SUV bermesin 2.488 cc. Belajar dari pengalaman tahun lalu dimana jalan yang kami lalui banyak rusak, maka SUV Mazda CX-5 menjadi pilihan yang tepat.

Meskipun memang banyak yang mengeluhkan suspensinya tidak sebaik rivalnya, namun ground clearance tinggi menjadi faktor utama. Terlebih ketika liburan membawa banyak barang seperti koper dan tas ransel. Holiday Test Drive tahun ini kami singgah dahulu di ibu kota Jawa Tengah, Semarang sebelum menuju kampung halaman di Klaten dan Sragen.

Ruang bagasi yang luas menjadi keuntungan sehingga barang-barang yang kami bawa bisa semua masuk ke bagasi tanpa harus menaruh barang di bangku penumpang. Selama perjalanan ftur-ftur di Mazda CX-5 sangat membantu. Seperti Lane Keep Assist System (LAS) ketika melintas di tol Cipali dengan sigap peringatan berupa bunyi dan getaran terasa ketika kami berpindah jalur tanpa menggunakan sein. Berhubung kami melintas jalan tol Cipali pada malam hari dan lampu penerangan jalan masih minim, fitur blind spot monitoring (BSM) membantu kami sepanjang jalan.

Ketika hendak berpindah jalur dengan sigap peringatan bunyi dan lampu LED di spion menyala bila ada mobil melintas dari samping belakang. Waktu melintasi tol Cipali, kami merasakan kenyamanan dan stabilitas dari Mazda CX-5. Berisikan 4 orang di kabin termasuk pengemudi, ditambah koper dan barang-barang lainnya Mazda CX-5 terasa mantap ketika berakselerasi berkat mesin SKyACTiV 2.488 cc 4-silinder bertenaga 187 dk dan torsi 250 Nm.

Perpindahan gigi pun terasa halus berkat transmisi SKyACTiV-Drive 6-speed. Sempat terjebak macet ketika keluar tol Kanci-Pejagan, namun ftur i-Stop yang bekerja ketika pedal rem di injak membantu dalam meningkatkan efsiensi BBM. Terbukti setelah menempuh jarak lebih dari 600 km sampai ke Semarang, MiD Mazda CX-5 tercatat 6,8 liter/100 km atau sekitar 14,7 km/liter. Sesampainya di Semarang pukul 11.00 WiB langsung menuju hotel untuk beristirahat sejenak.

Kiat Usir Panas Rumah

  • April 12, 2019

Semua orang ingin rumahnya sejuk. Kamar, ruang tengah, juga area dapur bisa nyaman digunakan tanpa membuat badan berkeringat. Namun impian itu bakal kandas jika ruangan terasa panas. Sebetulnya, rumah terasa panas ada sebabnya, tidak datang tiba-tiba. Sumber yang utama berasal dari kegagalan desain bangunan dan aplikasi bahan yang digunakan. Desain dibuat tertutup dan minim bukaan. Jendela mungil, lubang angin pun nihil. Belum lagi, model atap dan plafon yang ketinggiannya tidak memadai.

Bukaan Dan Atap

Desain yang keliru bisa diperbaiki. Layout ruang diubah dengan menyediakan banyak jendela dan lubang angin. Luas minimum bukaan sekitar 20% dari luas ruang. Model atap dapat dipermak ulang. Tingginya diubah. Jika atap pelana, kemiringannya 30o sehingga menyisahkan loteng yang agak besar. Loteng cukup ampuh sebagai penahan sementara radiasi panas dari atap sebelum berpindah ke ruangan. Pada dinding sopi-sopi atau tembok atap, dibuatkan lubang angin besar saling berseberangan. Udara panas yang terperangkap di loteng didorong oleh angin keluar. Plafon juga ditinggikan sekitar 3m atau lebih. Plafon seperti itu dapat memperlambat radiasi panas sehingga tak sempat turun ke ruangan.

Bahan Tahan Panas

Desain sudah beres. Kini, giliran bahan insulator yang pas agar panas sirna. Di pasaran, bahan insulator tersedia berbagai jenis. Ada aluminium foil yang memantulkan gelombang panas. Bahan itu dipasang di rangka atap dan bagian dalam tembok. Bahan lain adalah glass wool, yaitu bahan fiberglass yang disusun menjadi tekstur yang mirip sebuah wol. Glass wool ditempatkan di loteng atap atau bagian dalam tembok. Sebagai insulator, bahan ini dapat meredam panas. Namun belakangan, bahan ini semakin jarang digunakan karena membahayakan kesehatan pernafasan dan mengakibatkan iritasi kulit.

Menggunakan AC adalah salah satu cara untuk menggurangi hawa panas di rumah. Tentunya AC harus mendapatkan listrik dan genset adalah solusi ketika listrik dari PLN sedang padam. untuk mendapatkan genset yang murah dan berkualitas bisa didapatkan jika membelinya di toko distributor jual genset silent 350 kva di Surabaya. Yang menyediakan harga diskon dan bergaransi.

Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

Laba Bank Syariah Terus Tumbuh

  • April 10, 2019

Kondisi ekonomi yang menantang serta tren kenaikan suku bunga perbankan nyatanya tidak menghalangi bank syariah mencetak laba usaha sesuai dengan target awal. Salah satunya Bank BCA Syariah. Anak usaha Bank Central Asia (BCA) itu mampu mencetak pertumbuhan laba year on year (yoy) hingga Agustus 2018 sekitar 23% menjadi Rp 46,21 miliar dari Rp 37,79 miliar.

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan, penopang perolehan laba masih dari penyaluran pembiayaan, tumbuh 31% yoy menjadi Rp 4,79 triliun, dari Rp 3,65 triliun. Kami menargetkan laba tumbuh di kisaran 20% hingga akhir tahun, ujar John, Jumat (28/9). Untuk mencapai target tersebut, BCA Syariah akan menggenjot pengumpulan dana murah agar bisa lebih leluasa menggelar ekspansi kredit. Yang pada akhirnya, ini akan memperbesar potensi perolehan laba.

Rasio dana murah atau current account saving account (CASA) BCA Syariah terus meningkat ke kisaran 16% hingga 17%. Hingga akhir tahun, BCA Syariah menargetkan CASA antara 15%- 20%. Potensi dana murah menurut saya masih terbuka. Dengan perluasan jaringan, produk dan layanan melalui teknologi maka mestinya dapat dilakukan, kata John. Adapun kinerja unit usaha syariah (UUS) Bank Pembangun Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) hingga Agustus 2018 mendekati laba akhir tahun.

Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya bilang, laba UUS Bank Jateng per Agustus 2018 mencapai Rp 80 miliar, tumbuh 42% yoy. Hampir mencapai target tahun ini sebesar Rp 90 miliar. Laba di Agustus itu di atas target awal sebesar Rp 54 miliar. Sebagian besar didukung pembiayaan di sektor konstruksi dan pendidikan. Pembiayaan mampu tumbuh 29,85% yoy dengan nilai outstanding Rp 2,42 triliun, ujar Hanawijaya.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyebutkan, laba setelah pajak BRI Syariah sampai akhir Agustus 2018 tumbuh 29,99% yoy menjadi Rp 144,63 miliar. Adapun target perolehan laba hingga akhir tahun Rp 225 miliar. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan pembiayaan ritel maupun komersial. Ke depan, pendapatan di pos lain seperti pendapatan berbasis komisi akan ditingkatkan sehingga tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari pembiayaan, ujar Indri. Peningkatan pencadangan untuk memitigasi risiko diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian laba BRi Syariah hingga akhir tahun.

Alat Untuk Mendeteksi Genangan Air

Alat Untuk Mendeteksi Genangan Air Dilandasan Pacu Bandara

  • Maret 28, 2019

Alat Untuk Mendeteksi Genangan Air – Landasan pacu bandar udara yang terendam air dapat menyebabkan pesawat tergelincir dan berujung pada kecelakaan. Tim dari Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan mengembangkan pengukur ketinggian genangan air (standing water level) untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

Purwarupa detektor itu telah diuji coba di Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur. Trunojoyo dipilih karena bukan bandara yang sibuk. Dalam sehari, hanya ada dua pesawat yang datang dan pergi. “Alat ini bisa dipasang di semua bandara,” kata ketua tim peneliti, Melania Suweni Muntini, Rabu pekan lalu. Pesawat bisa tergelincir di landasan basah karena roda tidak mampu menyibak lapisan air yang menggenang.

Landasan pacu dikategorikan berbahaya bagi pesawat bila 25 persen luas areanya terendam air dengan ketinggian 4 milimeter. Dalam pengembangan purwarupa ini, tim ITS mengambil batas ketinggian 3 milimeter. Pertimbangannya, jika terjadi kesalahan, angka itu masih di bawah regulasi ketinggian air maksimal yang diizinkan. Dalam pengujian, tim peneliti bahkan lebih ketat menentukan batas toleransi ketinggian air, yaitu 2 milimeter. Perangkat tersebut mendapat pasokan listrik dari panel surya. “Daya elektrik ini harus selalu aktif untuk mengambil dan mengakuisisi data. Selanjutnya data dikirim ke server dan dilanjutkan ke pengolah aplikasi,” tutur Melania.

Tanda bahaya dikeluarkan jika ketinggian air lebih dari 3 milimeter. Pengawas memberi tahu pilot pesawat. Landasan pacu Genangan air Menurut Melania, alat itu merupakan kombinasi dari tiga sensor untuk mendeteksi ketinggian air. Sensor-sensor yang ditempatkan dalam kotak berukuran 20 sentimeter itu langsung bekerja ketika ada air yang masuk ke bagian pengukur. Sensor akan langsung mengirimkan sinyal kondisi landasan kepada pengawas lalu lintas penerbangan.

Jika kondisi genangan dinilai membahayakan, pengawas penerbangan akan memberi tahu pilot agar mengambil tindakan preventif. Misalnya menunda pendaratan hingga genangan diatasi atau mendaratkan pesawat di bandara terdekat. Melania mengatakan pengukur ketinggian air bisa dipasang sejajar dengan landasan pacu. Dalam metode ini, purwarupa dilindungi logam pelindung. Pemasangan pelindung ini sempat menjadi perdebatan karena Kementerian Perhubungan khawatir logam akan melukai roda pesawat yang melindasnya. Ada pula usul menggunakan logam yang tak keras sehingga langsung pecah jika terlindas.

Tim peneliti akhirnya memutuskan memodifikasi purwarupa detektor itu agar langsung ambles bila dilindas roda pesawat. “Meskipun probabilitas terlindas itu sangat kecil,” tutur Melania. Detektor ini juga bisa dipasang di tanah di tepi landasan pacu. Namun metode tersebut membutuhkan pengaturan perangkat lunak tertentu dan penambahan sensor. Menurut Melania, sepanjang landasan pacu idealnya dipasangi 20 unit detektor. Untuk menambah akurasi data, tim peneliti bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam menghitung debit air serta memprediksi kapan hujan turun. Kementerian Perhubungan telah meminta Melania dan timnya mempresentasikan hasil riset itu di Jakarta.

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat

  • Maret 28, 2019

Gotong Royong Mewujudkan Sumbawa Yang Hebat – Gotong royong atau sering disebut basiru dalam bahasa lokal, sebagai falsafah sosio-kultur masyarakat Sumbawa, diangkat menjadi tema utama memasuki usia ke-60 tahun Kabupaten Sumbawa pada 2019. “Gotong royong adalah nilai dasar Pancasila yang harus selalu kita budayakan, tradisikan, sekaligus dimantapkan dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumbawa,” tutur Bupati Sumbawa Husni Djibril.

Gotong royong adalah landasan bagi pemerintahan Husni Djibril-Mahmud Abdullah untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian. Dengan spirit kegotongroyongan Kabupaten Sumbawa telah mampu menunjukkan peningkatan hasil penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan. Angka kemiskinan Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan dari 16,12 persen pada 2016 menjadi 14.08 persen pada 2018.

Indeks pembangunan manusia pada 2016 sebesar 64,89 menjadi 65,84 pada 2017 dengan usia harapan hidup rata-rata 66,58 tahun. Pada 2019 ini, tercatat beberapa proyek nasional akan dilaksanakan. Pelaksanaan mega proyek nasional Bendungan Beringin Sila akan dimulai pada Januari 2019. Proyek yang sudah lama didambakan masyarakat dengan nilai Rp 1,7 triliun itu merupakan proyek multi-year yang akan dilaksanakan sampai 2022. Perpanjangan runway Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin sepanjang 150 meter akan menambah panjang landasan menjadi 1.800 meter dengan nilai sekitar Rp 23,7 miliar.

Di sektor ekonomi, pembangunan Pasar Seketang senilai Rp 58 miliar, revitalisasi Pasar Empang, kelanjutan pembangunan Pasar Utan, juga pembangunan Pasar Alas menjadi arahan pembangunan berkelanjutan ekonomi. Akreditasi puskesmas dan sekolah terus dipacu guna meningkatkan pelayanan dasar yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Inovasi terus dipacu. Hal ini terbukti dengan masuknya Kabupaten Sumbawa dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia 2018 serta terpilihnya inovasi Pariri Si Desa Kecamatan Lantung sebagai Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Ini menjadi tonggak bagi berpacunya pelayanan publik yang didorong inovasi dan berbasis aplikasi teknologi iniformasi. Terpilihnya Festival Pesona Moyo 2019 sebagai bagian dari 100 Event Kalender Wonderful Indonesia 2019 dan ditetapkannya Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari kalender wisata bahari berskala internasional Sail Indonesia menjadi pemacu bergeraknya ekonomi pariwisata serta kreativitas masyarakat di berbagai sektor terkait dengan kepariwisataan.

Capaian-capaian pada 2018 juga target 2019 yang diharapkan pemerintah Kabupaten Sumbawa yang akan menginjak usia ke-60 tahun ini sangat membutuhkan gotong royong dari pemerintah pusat maupun provinsi guna mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat. “Penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana gempa bumi yang berdampak di Kabupaten Sumbawa, keberlanjutan pembangunan infrastruktur daerah terpencil, serta sektor-sektor lainnya menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan sinergisitas gotong royong pemerintah pusat dan provinsi,” kata Bupati Husni.

Penyebab Genset Kurang Voltase

Penyebab Genset Kurang Voltase

  • Maret 28, 2019

Penggunaan genset saat ini semakin meningkat. Genset merupakan alat yang dapat memproduksi energi listrik dengan menggunakan bahan bakar. Genset mempunyai mesin yang mampu menghasilkan energi untuk kebutuhan listrik. Seringkali genset mengalami masalah pada voltase, sehingga Anda harus mengetahui penyebab genset kurang voltase sebelum bertambah parah.

Penyebab Genset Kurang Voltase dan Cara Memperbaikinya

Genset pasti mengeluarkan tegangan sesuai dengan kapasitas genset tersebut. Jika ternyata voltase yang keluar tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka terjadi masalah pada genset tersebut. Jika terjadi hal demikian, maka yang harus dilakukan adalah.

  • Breaker belum dinaikan

Penyebab utama adalah breaker pada genset belum dinaikan. Jika terjadi hal demikian, maka ukur keluaran breaker antar phase. Besaran yang seharusnya keluar yaitu 380 sampai 400 volt. Jika breaker sudah dinaikan, namun masih tetap tidak keluar voltase, maka kabel power genset dalam keadaan short.

  • Terdapat masalah pada AVR

Jika genset masih belum nyala, masalah yang mungkin terjadi adalah pada AVR. AVR tersebut mengalami kendala atau masalah sehingga menyebabkan arus atau tegangan tidak keluar dengan baik. Cara memperbaikinya dengan mengganti diode lama dengan diode baru.

  • Terdapat masalah pada exciter

Setelah diode baru sudah diganti, namun tegangan tetap tidak keluar. Maka terdapat masalah juga pada gulungan exciter atau pada rotor dan statornya. Kemungkinan kedua gulungan tersebut terjadi masalah sehingga tegangan tidak keluar. Jika terdapat masalah pada exciter, Anda harus mengeceknya dulu.

  • Terdapat kabel yang terputus atau rusak

Kabel menjadi perangkat penting yang harus selalu diperiksa. Kabel yang mengalami masalah seperti rusak atau terputus dapat menyebabkan tegangan tidak keluar dengan sempurna.

  • Mesin tidak beroperasi dengan normal

Mesin genset dapat menjadi penyebab tegangan tidak keluar dengan baik. Jika terjadi masalah pada mesin, maka cara memperbaikinya dengan menghidupkan mesin penggerak genset dan pastikan putaran mesin genset tersebut sudah normal dengan kecepatan 1500 rpm. Jika putaran tersebut masih kurang, maka naikan mesin hingga mencapai kecepatan normal.

  • Saklar utama belum terhubung

Saklar dari genset menuju instalasi listrik harus dinyalakan supaya tegangan listrik dapat keluar dan mengalir dengan baik. Jika saklar belum dihubungkan, maka tidak ada arus  yang keluar. saklar tersebut berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik dari genset.

Jika genset mengalami masalah, Anda dapat membawanya ke tempat atau toko genset di Makassar. Selain menyediakan berbagai genset, Anda juga dapat memperbaikinya dengan mudah dan mempunyai garansi.

IIMS Makin Seru

  • Maret 27, 2019

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta akan mempunyai 49 acara pendukung. Seluruh acara tersebut akan berhubungan dengan dunia otomotif dan hanya ada 1 acara yang bersifat hiburan. “Ini akan menjadi terobosan besar untuk sebuah pameran otomotif di Indonesia walaupun sudah dilakukan di banyak negara. Kali ini kami tidak akan hanya menampilkan produk otomotif terkini tapi kami ingin IIMS menjadi sebuah sarana rekreasi keluarga,” ujar Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo di Jakarta (6/7).

Salah satunya adalah Military Zone yang akan menampilkan beragam kendaraan militer yang bisa menambah pengetahuan. Ada juga area Movie Cars dengan menampilkan mobil-mobil ikonik yang pernah muncul pada filmfilm terkenal produksi Hollywood maupun lokal. Bagi pengunjung yang hobi dengan modifikasi juga ditampilkan karya-karya terbaik dari komunitas modifikasi otomotif di Indonesia. Tidak lupa akan digelarnya pameran mobil klasik yang akan menyemarakkan acara dengan slogan ‘The Essence of Motor Show’ ini. Meskipun banyak acara pendukung, di IIMS tetap ada produk-produk baru yang akan dijual selama pameran berlangsung dari 20-30 Agustus 2015. Setidaknya ada 30 merek mobil dan sepeda motor baik langsung dari agen pemegang merek (APM) maupun non APM.